Semestinya aku pingsan. Bokep Bukankah itu yang tadi pagi dilemparkan Tante Indri dari jendelanya?! Jadinya aku lebih senang dan nggak perlu khawatir soal alergi atau hal-hal lain yang menyangkut kesehatan. Aku sangat girang banget.Besoknya, sesudah aku minta ongkos pakdeku, aku berangkat ke Jakarta menyusul saudaraku itu. Kuhabiskan minuman dan makanan di meja untuk bisa merasai secara ber-ulang-ulang apa yang bisa menjadi ungkapan diriku dalam menyalurkan hasrat ‘kesengsem’-ku pada pasangan suami istri yang ngganteng dan cantik itu.Semua itu kulakukan bukan semata-mata karena haus dan lapar. Kini aku hanya mengaduk pakaian-pakaian itu untuk mencari celana dalam, kutang dan singlet kotor yang bekas pakai majikanku.Itulah ‘keindahan eksotik’-ku. Mulutku berbusa menggigiti kondom bekas itu.. Aku kini menunggu larutnya keringat yang asem dari celana dalamnya untuk larut ke ludahku.




















