Juragan berdiri di depan saya, mengamati sekujur tubuh saya. Waktu kondangan pernikahan, semua orang di Pasar datang dan memberi selamat ke saya, si Denok, penari jalanan berkemben merah yang sudah ketemu jodoh.Untungnya, Juragan termasuk dihormati di Pasar dan semua orang tidak ada yang mempermasalahkan pilihan beliau untuk mengangkat saya yang hina dan pernah terjerumus ini. Bokep Kamu nggak boleh lagi melacur. Biar aku nebus dosaku ke kamu, Denok.Juragan saya cuma bisa bilang itu karena masih lemah, sambil berusaha senyum. Sanggul yang belum saya copot (apa seharusnya saya copot juga?) ngganjal belakang kepala saya. Tapi nggak lama kemudian saya merasa ada yang memuncak dalam badan saya, seperti waktu itil dan memek saya dimainmainkan tadi. Sampai umur segitu pun beliau tetap cantik. Saya mau usaha dulu, kata saya, nanti akan saya bayar. Kepalanya hampir botak, rambutnya




















