Entah benar atau tidak, aku sendiri tidak peduli. “Kenapa?” tanyaku sambil menciumi bagian belakang telinganya. Bokep Lama-lama jadi keterusan juga. Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Reni saat itu tidak bisa leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Senyumnya, dan kemanjaannya membuatku jadi seperti kembali kemasa remaja.Esoknya Aku datang lagi ke klub karaoke itu, dan ternyata gadis itu juga datang kesana. Jari-jemariku bermain-main dipinggiran daerah rawan itu. Reni duduk disisi pembaringan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai
larut malam begini. Dia menyebut namanya Reni. Aku menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai
larut malam begini. Mau apalagi? Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai
larut malam begini.




















