iya, seperti layaknya pacar saja. Bokep hijab Aku gemetar. Putingnya runcing, ukurannya luar biasa, sepanjang buku jari telunjukku. Dia tahu sekali kelemahan “adikku”. Naik turun. Sudah sampai Sedayu. Aku segera membuka mataku untuk menegur orang tuanya. Sepanjang sejarah kehidupanku, bisa dihitung berapa kali aku melanggar aturan atau norma. Ohhhh….. Tanganku berubah posisi, mengelus pahanya yang tertutup kain jeans. Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus.Dia memandang ke bawah tubuhku.“Kasihan ya,…” senyumnya menunjuk ke “adikku”. Tanganku sudah berada tepat di atas gundukan itu. Dan sangat empuk. Pelan-pelan aku naik sedikit ke atas, tepat di gundukan di bawah pusar itu. Bagian itu kemudian digigitnya dengan bibirnya. berdenyut-denyut ga karuan. Perjalanan yang panjang menuju Yogyakarta.————
Aku melirik jamku.










