“Hihihiii…iya…tapi tadi kamu belum lihat ini kan ?” kataku sambil menjauhkan kedua telapak tanganku dari kemaluanku. Bokep Sepintas seperti tidak ada persoalan pagi itu. Tapi aku sudah bertekad untuk membuat Prima riang kembali seperti dahulu. Ia mengangguk-angguk tanpa suara, karena mulutnya sedang menyelomoti pentil buah dadaku. Lagipula aku ini bukan ibu kandung Prima…! Langsung makan tanpa menengok ke kanan kirinya lagi.Saat itu suamiku sedang berada di Palembang. Tidak hanya daripada itu, bunyi musik yang kusetelkan di dalam kamarku ini mungkin terlalu kencang, jadi langkah Prima tidak terdengar. Aku heran juga. Dan nafas Prima mulai terdengar tak beraturan. Lalu bangun sambil menggeliat. Aku pura-pura tak mendengar suaranya itu. Menggoyangkannya sedikit sambil berkata perlahan,
“Bunda….Buuun….Bunda….” Aku membalikkan tubuh sambil menggesek-gesek mataku. Serta perkawinanku dengannya terasa sebagai perkawinan yang normal.
















