Aku mengangguk. Bokep Kak Edo dengan senang mengusap-usap vaginaku yg kini jadi licin.“Hehehe…. Menerobos. Enaknya bukan main.“Enak bukan main….” desah Kak Edo.Ia menjilati vaginaku plus telur itu sampai bersih, lalu menuangkan lagi. Kekuatannya. Hatiku makin muram…Setelah membereskan kamar, aku mulai membersihkan rumah. Aku menjadi takut.“Ma… maafkan saya, tuan. Jangan ngomong gitu… ” Aku lantas bangkit duduk di atas ranjang.Kak Edo masih berbaring di situ. Aku mencucurkan air mata. Pegang selangkangan… oh sial. Mie kuah hangat pasti terasa istimewa. Aku tersenyum, menyambutnya di hari yg baru.“Met pagi, tuan…”
“Met pagi…”
“Sarapan?”
“Ehm… ada kamu kan?”
“Kok ada saya?”
“Iya, saya mau sarapan kamu”
“Hihihi…. Rasanya asin gurih, penis itu terasa lembut kenyal di mulutku. Dalam-dalam. Selangkanganku bersih seperti anak-anak. Aku merasa vaginaku sakit, ngilu, dan bahagia.Mungkin, begini rasanya pengantin baru.




















