Saat itu kami bertiga berbaring di tepi kolam renang kelelahan. Bokep Ketika aku sampai di kolam renang mataku langsung menangkap sebuah tontonan cabul. Adikku yang paling kecil, Toni. Ia tetap cuek aja seperti biasanya. Karena kami sama gilanya, jadi asyik. Setelah itu ia kembali asyik menikmati genjotan Willy. Willy tersenyum memandangku. Bisa berabe nih. Bikin berabe aja. Aku langsung ke dapur, ingin ngambil minuman dari lemari es. Jangankan membelikanku mobil, sepeda motor aja Papa enggak bisa. Padahal sebab perceraian kedua orangtuaku itu adalah jelas-jelas karena kesalahan Mama. “Cuek. Jabatannya kini sudah wakil direktur di perusahaan tempatnya bekerja. sampai 28 senti men, selisih sepuluh senti dari punyaku. Eits. sudah lama kau datang?” kata Mama dengan ekspresi malu.




















