agg.. ah..” kudengar erangannya saat pinggulku bergerak-gerak di atasnya. Bokep hijab “Pulang, pikir dulu perbuatan kamu, baru temui aku lagi!” Huh, ya sudah, pikirku sambil beranjak keluar mengambil sepeda Federal-ku dan ngeloyor pulang. Kuangkat lagi gagang telpon, menekan beberapa nomor. Ahh, kuelus dan kuraba pahanya tanpa memperdulikan tatapan matanya yang setengah terbuka, menatap protes atas perlakuanku kepadanya. kamu aja yang naruh,” ujarku. “Terus..” tanyaku. Kukecup bibirnya dengan lembut, sebelum membuka ikat pinggangku dan menurunkan celanaku berikut celana dalam yang menutupi auratku.Nia memandang mataku dengan wajah memelas memohon pengertian, namun pengertian apakah yang bisa kuberikan kepadanya saat itu? “Mau kemana Ray? “Jalan yuk.”
“Hah.. Kusentil ujungnya dengan telunjukku sambil tertawa kecil. kita..”
Nia membalikkan tubuhnya,
“Aku tahu kok.. Nia..” jawabku. uhh.. Nia mencondongkan kepalanya. “Ray, jadi inget waktu dulu.” Aku pun teringat.




















