Pelan tapi erat.“Aaaahhhhh …”Ujung penisku berkedut. Cukup tebal. Bokep Tidak melorot sih sebenarnya. Jantungku berdebar sangat keras.“Buka,” bisikku lirih. Aku melanjutkan tidurku.Tidak berapa lama aku terlelap, aku merasakan kaki anak di sebelahku menyentuh kakiku. Dia berulangkali menggerakkan tubuhnya, seolah menikmati betul elusan tanganku di pahanya. Mulus tak bercela. Orang-orang makan malam dan ke belakang. Aku menurut. Oh, mereka mau turun.“Mas, duluan, mas …,” kata suaminya ramah, ditimpali ibu itu. Di dalam mulut seorang ibu. Tidurku pasti nyenyak malam ini. Manis juga. Aku kembali mengelus pahanya. Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Aku akan melakukan dosa. Kupegang ujung roknya dan kunaikkan sedikit ke atas.




















