“Tidak, aku punya keluarga…”, jawab dokter itu. Namun aku sedikit tersentak kaget ketika menemukan dokter itu ternyata tidur di sebelahku, dan tanpa pakaian. Bokep hijab “Demammu sangat tinggi, semoga aku bisa menanganinya”, kata dokter itu. Aku mendapat nomor 203, itu adalah kamar di mana pelanggan yang sudah berhasil membayar Alex dengan harga yang ia mau. Para pria itu segera membuka pakaian mereka. “Hahahaha”, Alex tertawa sambil terus menyopir, entah akan ke mana ia kini membawaku.”Lu pikir mau menyogokku dengan apa?”, ia bertanya. Pria yang mengambil giliran selanjutnya tertahan, ia taidak jadi memasukkan penisnya ke mulutku. Aku sedikit menangis karena kondisi tubuhku yang panas ini harus diperlakukan begini. Kini aku resmi menjadi budaknya secara utuh. “Pantesan wajahmu agak pucat..”, jawabnya lalu mendorongku ke ranjang.Para pria itu langsung mengerumuniku, mereka dengan bringas langsung saja melucuti pakaianku.




















