Orangtua Amir sangat senang. “Dioam kamu biadab. Bokep Dia meraung-raung. Kamu naik dari pintu belakang dan aku dari pintu depan. Sampai maniku menumpah di dalam mulutnya beberapa kali. Aku merasa jambakan tangan ibu di rambutku sudah melemah. Kuinta ibu berjongkok. Anak laki-lakiku, sangat menyayangi adiknya Suti. Kusingkap rok-nya. Kubunuh kamu..” ancam ibu. Aku diam saja. Ibu menatapku dengan tajam. Sebuah desakan yang susah kujawab. Aku mengulur tarik kontolku dalam mulutnya. Nampaknya dia senang. Sutinah mendekatiku dan mendekapku, sembari kembali meminta maaf. Ditangkapnya kontolku dan dileganya ke lubang memeknya. Oh… aku tidak menyadari, kalau adikku sudah pintar menandai haidnya.Kuturunkan dia dari pangkuanku, Kulepas celananya. Ibu langsung meraba kontolku dari balik celanaku.




















