“Yahh??” Mirna merengek kecewa. Bokep Kak Sitha kan lebih kenal Bram,” suara Mirna mengecil karena malu,
“…lagian aku nggak mau nyusahin orangtua kita semua.”
Baik banget ini anak, pikir Sitha. Bram melihat itu dan langsung menghardik. Dia sadar, dia sendiri salah. Walau ada yang cemong sedikit gara-gara mukanya tadi digagahi, bibir Mirna masih merah, maskaranya belum luntur, bedaknya masih ketebalan. Buat Mirna sendiri, perlu kekuatan tekad sangat besar untuk bisa berpenampilan dan bersikap seperti saat itu. Memang. Mirna tidak mempermasalahkan; Bram merasa kurang tapi tidak mau bilang ke Mirna dan memilih melampiaskannya di luar. Dia malah menyuruh Mirna menungging di depannya. Tapi dia sempat masuk ke rumah sebelum Mercy itu lewat.




















