“Yaann… jangan Yaann.. Bokep Lala sayang ama Iyan, Lala mau Iyan entarnya tidak ninggalin Lala gitu saja,” sambil mengucek-ucek matanya kuusap air mata di pipinya. hehehe… Wait For The Next Sensation!” ancam si kecil-bandotku.Thanks for all attention untuk tulisanku ini. Akibat tubuh yang meronta-ronta itu, tembus juga selaput dara Lala dengan sendirinya. “Yaann… jangan Yaann.. “La, may I?” gini-gini aku perlu minta ijin juga dong mau lihat the most private stuff-nya Lala. Iyaann.. “Lala tahan dikit yaa.. “Maapin Iyan yah La?” aku merasa salah (padahal enggak hehehe…). Bunyi liang basah yang bergesekan dengan si kecil diikuti dengan teriakannya yang menggema membuat pelataran parkir itu sudah seperti panggung concert music deh.“Ooohh… Lala sayaang… Iyan sudah tidak kuat lagi nih,” setelah sekian lama aku akan merasakan KABOOM (istilah orgasme si kecilku) pada kemaluanku di dalam sana.




















