Sempat liat expresi wajah mereka yang kaget. Ketika mereka masih bengong liatin tetekku, aku langsung tancap gas karna lampu udah ijo. Bokep hijab Pak Abdul terus mengocok tongkolnya sambil mengerang, aduh… lama banget lagi. “Ngomongke aku yo ?”, kataku. Aku berusaha tambah menggodanya dengan mengusap sisa-sisa air hujan di tetekku. Aku duduk di dekat mesin besin. “Bener mbak?”, katanya. “Ok siap berbagi kesenangan, mmmmm…. Tanpa menunggu konfirmasi dikeluarkanya tongkolnya yang coklat panjang. Kok pentilnya keliatan??”, kata pak Abdul lagi. “Mas isi full tank ya! “Iya deh.., oh ya saya Sintya tinggal di Palem Hijau situ panggil aja mbak Sintya atau mbak saja”, kataku memperkenalkan diri. “Iya deh.., oh ya saya Sintya tinggal di Palem Hijau situ panggil aja mbak Sintya atau mbak saja”, kataku memperkenalkan diri.




















