Sungguh.” Aku menggelengkan kepala. Lebih besar daripada… penis laknat yg dahulu memperkosaku. Bokep hijab Aku mencintai kamu.”
“Tapi… nanti akan kembali ke amerika dan… dan saya masih di sini….”
“Kuliah itu paling lama hanya dua tahun lagi. Setiap kali paha kami beradu, terdengar suara plak, plak, plak. Kamu… mengerti?” Aku mengangguk.Denyut jantungku makin cepat. Penis itu berdenyut-denyut di mulutku, mengeras, membesar. Atau bermaksud lain. Ia terus bangkit berdiri. Setelah itu mulai mempersiapkan dapur, memasak nasi, air panas… Aku mempersiapkan sarapan pagi. Menarik. Bagaimana kalau mereka melihat kita… jalan berdua? Keesokan paginya, jam empat pagi aku bangun dengan pikiran kusut tak karuan. Membersihkan bekas-bekas lendirku di meja makan, di kursi, di lantai. Kenangan itu akan selalu kuingat, setiap aku memasuki ruang tidur untuk tamu ini. Hatiku makin muram…Setelah membereskan kamar, aku mulai membersihkan rumah.




















