menatapku lalu memperhatikan bawah pusarku. Bokep hijab Ratih tidak bisa diam melihatku mengeluarkan isi paket dari kardus. Ratih memjamkan mata. Aku teringat sesuatu, tapi terlambat. Mbak Windy!!” Tangannya bergerak menutup pangkal pahanya. “Enak Ratih?!?”
“Hmmm gimana ya rasanya,” jawabnya masih telentang. Sambil tersenyum aku mengeluarkan juga pakaian yang terlipat rapi dari kardus-kardus itu juga. Saat itu, aku sedang pindahan dari kost lama ke kost baru. Kalau dadaku cuma segini.” Ratih kemudian mengangkat baju atasnya, terlihat bra cup nya yang agak kedodoran. Lalu bertambah cepat. Pintu paling ujung telah terbuka, dan Windy menahannya menungguku masuk.Setelah melewatinya, terdengar pintu tertutup perlahan dan kudengar suara kunci diputar. Waktunya untuk meninggalkan gedung ini.“Makan malam di kostku aja ya mas.” Tangannya masih memeluk erat salah satu tanganku.




















