Sesudahnya mereka tertawatawa sambil berpelukan di atas sofa, sembari mata mereka menatap layar TV tanpa bermaksud menontonnya.Sekitar menjelang siang Arini dibonceng Muhris untuk main ke Mall M. Arini sempat ragu saat Muhris memintanya untuk datang ke Mall M sepulang sekolah sore itu. Bokep hijab Aneh? Suara lembut mengalun dari player, dan tangan Muhris menjulur padanya. Dengan malu ia mengakui itu di hadapan kekasihnya, yang membalasnya dengan ciuman pipi kanan yang lembut. Dan keduanya terpaku seperti sepasang patung sihir. Jam baru pukul delapan malam namun kegelisahannya telah memuncak.Arini tak tahuatau mungkin tak berani mengakuibahwa dirinya telah dipenuhi sensasi seks yang menyenangkan.Terlebih ini adalah masamasa suburnya. Ia merasa malu, bingung dan takut.Bagaimanapun juga satu sisi perasaannya masih memiliki keyakinan bahwa cinta mereka mulai melewati batas.Tapi ia belum tahu cara kerja nafsu.




















