Nisa hanya mengangguk kecil. Bokep hijab Nisa mencubit pinggangku. Nisa mengangguk kecil.“Ya udah, anda tidur. “Oh gitu” jawabku prihatin.“Masalahnya dia udah ngelamar aku yan, tanggal pernikahan pun udah ditentuin, persiapan pun udah dimulai” lanjut Nisa dengan tangisnya yang menjadi. Aku tusuk perlahan memek Nisa, kadang aku percepat. “Oh gitu” jawabku prihatin.“Masalahnya dia udah ngelamar aku yan, tanggal pernikahan pun udah ditentuin, persiapan pun udah dimulai” lanjut Nisa dengan tangisnya yang menjadi. Paha Nisa mengapit pahaku diselangkangannya.“Ma kasih ya Yan, anda selalu tolong aku kalo aku terdapat masalah” kata Nisa. “Tenang Nis, sakitnya sebentar, nanti pun enak” kataku menenangkan. Besar sekali dikomparasikan dengan tubuhnya. Aku masih tertawa.“Yan emang ML enak banget ya, kok tidak sedikit banget sih yang belom nikah namun dah ML, sampe hamil lagi” tanya Nisa. “Sama aja, dasar cowok.




















