Seorang bapak tua berusia sekitar lima puluh tahunan menyapaku ramah.“Selamat datang pak, silahkan silahkan.”Aku tersenyum dan mengangguk takjim menanggapi sapaan bapak tua itu. Bokep hijab Hehe. Wajah wanita itu terlihat lelah, matanya sedikit terpejam.“Pasti wanita dan anak-anak itu keluarga dari bapak yang sedang membetulkan mobil di depan,” batinku.Di bawah penerangan cahaya lampu neon, kuperhatikan wanita itu dengan seksama. Tidak terlalu besar tapi mudah-mudahan makanan yang disajikan nanti bisa meredakan penghuni perutku yang sudah mulai protes, sekaligus beristirahat sejenak meluruskan pinggang yang terasa pegal.Kutepikan mobilku dan parkir di halaman rumah makan. Usianya kuperkirakan sekitar awal tigapuluhan. Kulihat pengemudinya membuka jok depan, sepertinya sedang memperbaiki sesuatu di bagian mesin.Aku pun beranjak masuk ke dalam warung.




















