Irwan duduk di kursi yang aku duduki tadi, aku hanya berdiri diam di depannya, entah kenapa saat dr. Irwan kemudian memelukku dari belakang dan mencium bibirku, aku pun membalasnya, kami saling melumat lidah kami, dan setelah itu kami pun membenahi diri kami, aku pun membersihkan ceceran sperma di lantai. Bokep hijab irwan keluar, mungkin karena banyak hingga keluar pula dari vagina ku, dan menetes di lantai. Aku menikmati semuanya, sembari dia terus memainkan dadaku, tangannya mulai bergerak menuju ke bawah perutku, di bukanya kaki ku lebar-lebar, hingga rok mini seragam ku itu pun terangkat ke pahaku, aku mengangkang sembari di pangku dr. Dr. Dr. Irwan mempercepat gerakannya menusuk vagina ku, dan “ah… dokter Mirna rasanya pingin pipis nech…ah………” ucapku, “ keluarin aja Mirna, itu bikin kamu lebih enak” ucapnya, dan ….”ah………………., keluar dok” ucapku, tubuhku




















