Sejujurnya aku tidak rela tubuhku diperkosanya namun aku tidak mampu untuk menolak permintaannya yang membuat tubuhku dapat melayang-layang di udara seperti dulu saat aku pertama kali menikah dengan suamiku. dikit lagi.. Bokep hijab mas..” pekikku ketika tangannya kembali turun dan turun lagi hingga telapak tangannya menutup bibir vaginaku. “Aris.. sana cepet keluar!” bentakku dengan marah sambil menutupi bagian tubuhku yang terbuka. Terasa jantungku semakin berdetak kencang dan tubuhku semakin menggigil karenanya. Suatu hari setibanya di rumah dari tempatku senam supirku tanpa kuduga memperkosaku. jangan!” ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya. Namun semenjak tiga bulan setelah anakku berada di luar negeri hari-hariku terasa sepi dan membosankan. Kurasakan jarinya dicelup ke dalam lorong kecil kemaluanku dan mengorek-ngorek isi dalamnya. “Kok ngak dijawab sich!” tanya supir mesum ku lagi. “Sudah nggak capai lagi kan Mbak Winie!”




















