Ternyata efeknya luar biasa, terlihat keriangan dan secercah harapan di sorot matanya.“Terus…?” selanjutnya aku cuma asal bicara saja, aku bilang kalau dia berusaha dia akan sukses (tentu saja bukan?).Habis itu kami menjadi akrab, dia bicara banyak mengenai kondisi dia. Hmmm… sangat halus. Bokep hijab Si Peter sendiri masih belum menyadari apa yg terjadi. Malu dong… Masa dilihat teman-teman aku? Memang teman aku ini tutur bahasanya sangat sopan dan halus.Tapi kami-kami ini semuanya terlihat sopan dan polos lho. Sambil berjalan keluar aku mendekati Diah dan menawarkan jasa untuk mengantar dia.Pertama dia menolak. Aku memperhatikan muka si Jeby mulai memerah.Diah sendiri terus tersenyum sambil memperhatikan muka kami yg pasti keliatan bloon. Asyik juga.“silakan duduk,” kata seorang tante dengan dandanannya yg menor.Aku menebak ini pasti germonya yg biasa dipanggil Mami.“Mau pesan berapa wanita?” tanya si Mami.“Pesan…” pikir aku,




















