Aku pun yang saat itu sudah di semester enam kuliahku, diterima bekerja sebagai teller di sebuah bank swasta nasional papan atas.Meskipun aku belum selesai kuliah, namun berkat penampilanku yang menarik dan keramah-tamahanku, aku bisa diterima di situ, sehingga aku pun berhak mengenakan pakaian seragam baju atas berwarna putih agak krem, dengan blazer merah yang sewarna dengan rokku yang ujungnya sedikit di atas lutut.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Temanku itu mulai menyelusupkan tangannya ke balik celana dalamku yang berwarna kuning muda.Dia mulai meremas-remas kedua belah gumpalan pantatku yang memang montok itu.“Ouh Ouuh Jangan, Don! Lagian kan masih sore.”“Tapi gue udah tidak tahan lagi.”“Gini deh, Mer. Bokep hijab Memang rasanya kepalaku sudah mulai tidak sakit lagi. Lagian kan masih sore.”“Tapi gue udah tidak tahan lagi.”“Gini deh, Mer. Enak kan?”Aku mengangguk. Matanya terbelalak melihatnya. Aku pun yang saat itu sudah di semester




















