Tampak djelas bekas stempel diatas surat itu. Ia kalau datang bersama dengan beberapa orang temannja Kudengar mereka ber- bitjara. Bokep hijab Dibawah pohon kambodja kulihat Tante menangis tersedu-sedu. Dan paling achir aku membatja artikel tentang riwajat seorang penulis jang kenamaan.Tulisan itu mcndjemukan, aku berhenti ment batja. Hangat karena ajah meninggalkan harta jang tidak sedikit.Tuan Hartono mengatakan bahwa aku harus meneken surat itu Jang penting ialah mengenai soal dagang. Pernah sekali aku ber kata sesuatu pada ajah. Dan dia boleh pensiun dan pulang ke kampungnja di Djawa Tengah.”Tiba2 pelajan Sarinem memanggilku. Soal kebo-* brokan moral pemuda remadja. Tuan Hartono berkata:„Urusan kita sudah semakin madju. Suaminja meninggal baru satu tahun mereka kawin. Tante suiigguh penting bagi perkembang diriku selandjutnja. Dan menelponnja seorang notaris.,,Tuan notaris kalau bisa datang sekarang djuga.”Aku sudah menanda tangani dua lembar surat.




















