Aku menyadari Mas Anggi sedang suntuk, jadi lebih baik aku menahan diri. Aku meninggalkan mereka di ruang tamu, Mas Aryo kulihat menyerahkan amplop coklat. Bokep Keesokan paginya, Bondan mengantarku pulang ke rumah. Ia mengaku kalah bermain judi dengan seseorang dan perlu uang untuk menutupi utang atas kekalahannya, jadi itu yang dilakukannya selama ini. Aku masih bergelayut manja di dekapan tubuhnya. Aku berkata terus-terang bahwa aku tidak tahu-menahu mengenai utang itu, kemudian aku menyuruhnya untuk kembali besok saja. Selama ini aku tidak pernah melihatnya seperti ini. Aku memang diajarkan untuk menemani suami dalam suka maupun duka.Suatu sore saat Mas Anggi belum pulang, seorang temannya yang mengaku bernama Bondan berkunjung ke rumah. Ternyata Bondan tidak seburuk yang kubayangkan, memang matanya terkesan liar dan seakan mau melahap seluruh tubuhku, tetapi sikapnya dan perlakuannya kepadaku tetap tenang, sehingga




















