Tatapan laki-laki itu masih ke arah yang sama seperti saat tadi pertama kali ia memergokinya. Bokep Apalagi Om Ridwan sekaligus menawarkan bantuan tentang skripsinya. Ekspresi kesal Rido disambut senyuman oleh Cinta. Sambil melumat bibir lembut itu, tangan Rido bergerak masuk ke dalam kaos yang dipakai kekasihnya. Ini adalah harapan terakhir Cinta. “Oke Om”.Cinta menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas. Faktor sosial? “Makasi ya Om”, Cinta hanya bisa melempar senyuman. “Ppfftt..”.Cinta merubah posisi duduk dengan menyilangkan kedua kakinya. Sekilas gadis cantik itu bisa mendengar sang istri menghardik suaminya. Dimata Cinta, Om Ridwan adalah sosok simpatik dan kebapakan. Jauh sekali dari kesan laki-laki mata keranjang yang suka mencicipi gadis-gadis muda.




















