“Kenapa begitu,” tanyaku. Mungkin juga itu bagian dari keramahan.Semakin hari Imah semakin akrab denganku, meskipun dia memanggilku Bapak, tetapi tidak terlihat jarak antara majikan dan pekerja. Bokep badannya merasa lelah dan seluruh persediannya terasa lemas. ” Ya bisa lah atuh Pak,”
“Ya udah kamu beresi dulu kamar saya, saya mau mandi dulu rasanya badan agak lengket bekas berkeringat,” kataku, lalu bangkit ke kamar mandi.Air hangat memancur dari shower. Ini adalah vila ku, berada di dataran tinggi sehingga hawanya sejuk sepanjang hari, tetapi jika malam, bisa membuat menggigil. Aku juga mengungkapkan bahwa aku sebenarnya segan bertindak agak kurang ajar pada Imah, karena Imah dibawa oleh Pak Sudin, ” Pak Sudin mah kayaknya udah maklum,” kata Imah.“Bapak dulu masih mudanya pasti ganteng ya Pak,” kata Imah sambil dengan nada manja.




















