Kami tidak mau mengangkat anak. Bokep hijab “Trims ya Gus,” katanya. Ouuuggghhhhhhhhhhhh ……… sssshhhhhh ……. Sambil kuraba bekas cubitannya yang agak pedas, tetapi memiliki nuansa romantis, kubayangkan betapa bahagianya suaminya beristrikan Anna yang cantik, pintar dan pandai bergaul.Aku kemudian turun di jalan depan kompleks perumahan mereka dan melanjutkan naik angkot ke arah rumahku yang letaknya tinggal 3 km lagi.Aku sudah lupa akan percakapan di mobil mereka itu, ketika malam minggu, aku cuma duduk-duduk di rumah sambil menonton acara televisi yang tidak menarik, tiba-tiba kudengar dering telepon.“Gus, kau ada acara? “Gusss, jangan cuman jarimu dong, sayang! “Trims ya Gus,” katanya. Tiada hari tanpa persetubuhan yang kami lakukan berdua. Suamiku tahu kalau aku benar-benar ingin punya anak, tapi ia tidak bisa menghamiliku.




















