Aku sendiri berbaring di samping Diah. Dengan cepat mata aku menyapu mereka yg datang, cakep-cakep. Bokep hijab Singkat cerita, kami menyanyi atau teriak-teriak selama 5 jam, habis membayar (hampir 2.4 juta!) kami saling pamitan dengan perempuan masing-masing.Aku lihat teman-teman aku pada minta nomor telepon, aku sendiri tak begitu tertarik dengan Dian. Perkataan tanpa ia sadari akan menjadi kenyataan.Kemudian meluncurlah kedua mobil tersebut ke daerah Mangga Besar. Ketika Peter sedang membayar, Diah berjalan ke kamar mandi.Di kamar mandi yg berukuran 1.5 x 1.5 m ini sekarang penuh terisi 4 orang. Aku memperhatikan muka si Jeby mulai memerah.Diah sendiri terus tersenyum sambil memperhatikan muka kami yg pasti keliatan bloon. Otak aku bekerja keras, bagaimana caranya bisa main ya? Aku mengarahkan ciuman aku ke pipinya, lagi-lagi dia cuma diam.




















