Aku tiduran sambil baca majalah yang tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Bokep hijab Auhh aku mau keluar ah.., Yang tolloong..!” dia mendesah keras.Lalu ia bangkit dan pergi secepatnya.“Yang.., cepat-cepat berkemas. Aku memegang teteknya. Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. Aku duduk di belakang, tempat favorit. Aku memegang teteknya. Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Aku jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing. Untung ada tissue yang tercecer, sehingga ada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon. Baunya memang agak lain, tetapi mampu membuat seorang bujang menerawang hingga jauh ke alam yang belum pernah ia rasakan.“Dik.., jangan dibuka lebar.




















