Semula aku ragu dan hampir tidak percaya, karena langsung disuruh masuk ke dalam kamarnya. Bokep Dadaku jadi berdebar kencang dan menggemuruh. Aku ingin merasakan dan menikmati dulu keindahan tubuhnya dan kehalusan kulitnya yang putih bagai kapas ini. Aku tetap jadi supir dan pengawal pribadinya. Terima kasih”, ucapku menolak halus. Aku tahu apa yang diinginkan Nyonya Wulandari. Dan terus menekan pinggulku dengan kakinya hingga batang kebanggaanku melesak masuk dan terbenam ke dalam telaga hangat yang menjanjikan berjuta-juta kenikmnatan itu. Entah bagaimana cara mereka mencari uang, hingga bisa kaya raya seperti ini.Tapi memang nasib, rejeki, maut dan jodoh berada di tangan Tuhan. Aku sampai terkagum-kagum, seakan memasuki sebuah istana.




















