“Kalau kurang, nanti saya tambah”, katanya lagi. Setiap hari aku berjalan. Bokep Ternyata rumahnya besar dan megah sekali. Keputusasaan mulai menghinggapi diriku. Langsung disodorkan padaku. Apalagi setelah beberapa hari aku bekerja di rumah ini aku sudah bisa mengetahui kalau majikanku, Nyonya Wulandari selalu sibuk dan jarang berada di rumah. Seakan dia tidak percaya kalau di kota yang super sibuk dengan orang-orangnya yang selalu mementingkan diri sendiri, tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya, ternyata masih ada juga orang yang dengan tanpa pamrih mau menolong dan membantu sesamanya. Semuanya aku simpan di bank. Tiba-tiba pandangan mataku tertuju kepada seorang wanita yang tampak kesal karena mobilnya mogok. “Kenapa? Aku sampai terkagum-kagum, seakan memasuki sebuah istana. Ragu-ragu aku memegang pinggangnyaNyonya Wulandari membawaku ke pembaringannya yang besar dan empuk Dia melepaskan baju yang kukenakan, sebelum menanggalkan penutup tubuhnya sendiri.




















