Kulihat celana pendek hitamku tergeletak pada sebuah bangku kecil di depan meja rias itu. Perlahan-lahan aku berjalan menuju kamar mandi. Bokep hijab Aku menjadi sedikit terkejut, sekaligus menemukan jawaban atas keganjilan yang kurasakan. Aku menjadi sedikit terkejut, sekaligus menemukan jawaban atas keganjilan yang kurasakan. “Oufh..!” Aku menghela napas sesaat. Aku pun lalu membalikkan badanku, membelakangi tubuhnya dan terbang ke alam mimpi.Aku terbangun karena hawa udara yang terasa panas. “Ya, Hallo..!” sapaku datar. Aku menarik napas panjang. Kulihat sebelahku telah kosong. Jam dinding kamar itu sudah menunjukan pukul duabelas kurang sedikit. Posisi tidurnya belum berubah. Dasar nenek sinting, bathinku. Posisi tidurnya belum berubah. Pikiranku menjadi teringat kembali pada mimpi yang sempat kualami.Saat itu aku berada di sebuah bar. Saat itu jam dinding kamar baru menunjukan pukul enam lebih sedikit. Mungkin akibat pertarungan cinta yang berlangsung dasyat




















