”Atau dikocrotin di depan memek aku.”
”Hush, porno ah omongan lu.” Sita tertawa lagi. Bokep hijab Anggap saja bang Irul itu suami kamu.” Sita meremas tanganku. Untuk yang ini, aku tidak bisa menjawab. “Wah, gawat kalau begitu.” Sita bergidik. Mungkin lain kali.” dia menghindar.Aku menghela nafas panjang. Cepat lakukan!” aku meminta. Apa yang dikatakan Sita tadi memang benar adanya. “Siapa tahu, sebelum ini dilaksanakan, kamu sudah hamil duluan.”
“Iya, aku lebih suka seperti itu.” kuantar dia yang berjalan keluar ruangan. “Hati-hati, Ma.” kucium pipinya kutunggu sampai mobilnya hilang di ujung gang.Di dalam kamar, aku menangis sesenggukan. ”Kalau masih belum hamil juga, aku mau kok mengulanginya lagi.” sahut Bang Irul. Dengan kecewa, aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Jam 8 malam…“Mama ada, Dek?” aku bertanya pada remaja tanggung yang sedang asyik mempreteli motor di garasi rumah Sita.




















