kayaknya ini malam yg tak terlupakan…” komentar si Hendi yg duduk di samping Peter yg mengemudikan mobil ketika aku masuk. Dia sendiri telah menyiapkan uangnya sebesar 140 ribu (kamar 98 ribu, kondom 30 ribu, dan sisanya buat tip). Bokep hijab Hmmm… sangat halus. Wah, aku paling tak bisa memperhatikan perempuan menangis di hadapan aku. Asyiknya aku gampang sekali jatuh cinta (hahaha…).“Ayo… teman-teman, ikut aing… aing udah booking kamar yg cukup untuk 20 orang,” seru si Peter.Terpaksa deh aku mengalihkan perhatian aku dari belasan wanita di cafetaria tersebut. Singkat cerita, kami menyanyi atau teriak-teriak selama 5 jam, habis membayar (hampir 2.4 juta!) kami saling pamitan dengan perempuan masing-masing.Aku lihat teman-teman aku pada minta nomor telepon, aku sendiri tak begitu tertarik dengan Dian. Bahkan kamu membenci mereka…”Kali ini terlihat matanya berkaca-kaca.




















