Yang pasti hatiku yang selama ini terasa berat dan bosan hilang begitu saja walaupun dalam hati kecilku juga merasa malu, benci, sebal dan kesal. Bokep Saya sudah bilang cepat keluar!” bentakku lagi dengan mata melotot.“Silahkan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!” ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku.Sepintas kulihat celah jendela yang berada di sampingku dan ternyata memang hujan sedang turun dengan lebat. wajahmu cukup merangsang sekali Meryy..!” ucapnya dengan nafasnya yang semakin memburu itu.Sesudah berkata begitu tubuhku ditarik hingga buah dadaku yang menantang itu tepat pada mukanya dan kemudian,“Ouh.. jadi kamu sudah merencanakannya, sialan kamu Nto..” ucapku dengan terkejut, ternyata diam-diam supirku sudah lama merencanakannya.“Bagaimana Bu Meryy..?”“Bagaimana apanya? saya pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, saya tak tahu harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya kakiku terpojok oleh bibir




















